Just a fictive story… (태연-준수, 재중-제시카)

Just a fictive story
About K-Idols

#TukarPosisi(1)

Pairings: TaeSu, JaeSica

Don’t Like Don’t Read!
I’d be pleased If you may put any comments 

###

Taeyeon itu cowok!
Percaya deh! Kalau aja Tuhan yang maha kuasa tidak menempatkan jiwanya dalam tubuh wanita seksi nan cantik.. err.. intinya, Taeyeon agak sedikit memprotes takdirnya yang terlahir sebagai cewek. Nih ya, kalau jadi cewek itu repot, gak bisa sebebas dan seleluasa cowok. Gak boleh pulang malem, gak boleh sembarangan bergaul, gak boleh pergi jauh-jauh sendirian, harus feminine, gak boleh begini dan begitu(?). banyak aturan buat cewek yang bikin kepala Kim Taeyeon berasa mau meledak. Ya, dia sadar dia cewek dan gak boleh menentang apa yang digariskan Tuhan. Meski ia punya dada yang seksi(?), ia selalu pake kaos oblong kemana-mana, seragam sekolah aja agak kegedean. Dia juga gak mau kok ngerasa risih gara-gara dadanya yang mencuat ntar diliatin kalo pake kaos ketat. Dia sadar juga kalo pahanya mulus, bokongnya juga berisi. Makanya Taeyeon ogah pake rok mini, apalagi hotpants! Baju favorit Taeyeon itu segala jenis baju yang normalnya diperuntukkan bagi cowok. Mrs. Kim yang udah nggak kuat dengan kelakuan putrinya berencana memasukkan Taeyeon ke asrama khusus cewek. Lihat aja, Taeyeon suka makan buah mangga dari pohon orang. Manjat pula, tanpa ijin. Suka bolos, manjat pagar sekolahan, hangout plus balapan motor ama temen-temen cowoknya. Satu-satunya prestasi yang dimiliki Taeyeon Cuma lari, basket, sepakbola, renang, boxing(?). dalam hati, jelas Taeyeon menolak. Tiba-tiba saja ide licik muncul di otaknya yang biasanya blank. Dia membujuk kakak, sekaligus saudara kembar non identik-nya, Kim Jaejoong, untuk bertukar posisi.Jaejoong menolak mentah-mentah. Meski ibunya sendiri bilang kalau wajahnya itu mirip cewek dan lebih cantik dari adiknya sendiri, tapi dia itu lelaki tulen. Jaejoomg bahkan rajin fitness cuma buat ngegedein otot-ototnya yang udah gede. Perlu dicatat: Kim Jaejoong itu MANLY! Dan GANTENG! (Jaejoong bersorak dalam hati). Taeyeon terus bercerita tentang keuntungan apa saja yang didapat kalau berada di asrama cewek, hingga akhirnya Jaejoongpun tergiur. (Dasar!)

##

“Ini berkas2nya, mulai sekarang oppa jangan lupa harus pake namaku!”
“Kalau begitu janga panggil aku oppa lagi, babo!”
“Ya, siapa yang kau panggil babo?”
“Sonyeo High School? ini tidak jauh akademiku. Tapi Tae, kau yakin ini tidak apa-apa?”
“Kalau aku sih baik-baik saja, hihihihi..”
“Tertawamu menyeramkan..”
“Ahahahahahhh..”
“Ya,Kim Taeyeon! Kalau sudah gila pergi kerumah sakit sana!”
“Oppa, aku tak menyangka dadamu besar juga!”
0_0
“Yah! Inikan hanya tuntutan peran! Kau ini, itumu juga besar!”
“Eh?”
Anehnya, ortu mereka sama sekali tidak menyadari kalau anak-anak mereka tengah bertukar posisi.

“Hey ingat! Kau harus tetap hati2!” ucap Taeyeon (Jaejoong). Mrs. Kim sedikit bingung, “Kau ini aneh Tae, kakakmu kan laki-laki, jelas ia bisa menjaga dirinya sendiri.”
“Eh, ya, maksudku..”
“Yasudah, aku masuk dulu, mungkin liburan musim panas nanti aku baru bisa pulang.” Mrs Kim menatap bangga Jaejoong (Taeyeon). Sementara Taeyeon (Jaejoong) langsung menarik Jaejoong (Taeyeon), “Ya, memangnya kau sanggup bertahan selama itu?”
“Kita lihat saja!”

Taeyeon (Jaejoong) menatap daftar siswi baru tahun ini termasuk ini di asrama mana ia tinggal. Ia sedikit senang dan juga deg-degan. Bagaimana kalau teman sekamarnya ntar makhluk seperti adiknya?
Tidak! Jangan sampai itu terjadi! Ia menelusuri nomor urut hingga sampai pada barisan namanya.

77. Kim Taeyeon Jung Jessica

“Jung Jessica?”
“Ya?” Taeyeon (Jaejoong) terkejut dan seketika menoleh kebelakang. Seorang gadis berambut blonde panjang tengah tersenyum kearahnya. “Kau teman sekamarku, Kim Taeyeon?” tanyanya. Dan mata lelaki Jaejoong tetap bisa melihat, meskipun tertutupi oleh sweater tebal, dada gadis itu tetap menggembung *uhukk
“Taeyeon ssi?” Taeyeon (Jaejoong) segera tersadar dari imajinasi liarnya. “Ah, maaf, kau Jessica?”
“Eum, kalau begitu ayo segera masuk!! Upacara pembukaanya sudah mau mulai!”
Oh God! Jaejoong benar-benar tidak menyesal menerima tawaran Taeyeon. Mungkin akan lebih banyak lagi gadis seperti Jessica di akademi ini atau bahkan lebih.

Di waktu yang sama, Jaejoong (Taeyeon) juga tengah mengikuti upacara pembukaan.
“Hey kau!” Jaejoong (Taeyeon) menoleh. Seorang pemuda kurus tengah berbisik memanggilnya. “Apa?” Jawab Jaejoong (Taeyeon) sekenanya. “Kau.. pendek sekali..”
0-0
>_<
“Ya, anchovy! Diamlah! Kita ini sedang upacara!”
“Kau ini Jjun! Ini juga hanya upacara, jangan terlalu tegang begitu.”
“Berisik!”
Taeyeon masih tidak terima dikatakan pendek. Ia memang tidak setinggi Jaejoong. Tapi entah mengapa, ejekan pemuda kurus tadi melukai harga dirinya sebagai seorang laki-laki(?). taeyeon balas memanggil pemuda tadi dan memberi kode tantangan,
“Jjun! Kau lihat cowok pendek yang disana tadi? Masa dia menantangku selepas upacara ini.”
“Tantangan apa?”
“Panco. Hah, dia bercanda apa? Cowok sekecil ia mana bisa ngalahin aku.”
“Kupikir dirimu juga sama kecilnya Hyukjae.”
“Ya, panggil aku Eunhyuk! Itu terdengar lebih tampan.”

Dan ternyata Jaejoong (Taeyeon) memang menang.
“Gimana? Masih mau ngatain aku lagi?”
“Eh, jangan belagu ya? Kau mungkin menang, tapi kau tetap bukan siapa2 dibandingkan Uri Junsu!” Junsu menggerutu dipanggil seperti itu. “Apa maksudnya dengan ‘Uri Junsu’?” tapi cowok bernama asli Lee Hyukjae itu malah nggak ngedengerin.
“Hey, kau, pendek!”
“Kim Jaejoong!” sela Taeyeon. Udah ngalah, masih belum kapok juga itu cowok.
“Asal tahu aja, akademi ini dibangun atas dana yang diberikan oleh Kim Corp. Dan sahabatku Kim Junsu ini adalah satu-satunya pewaris Kim Corp, jadi kalau kau macam-macam—” Junsu segera membungkam mulut Eunhyuk dan menyeretnya pergi.
“Maaf Jaejoong ssi jangan dengarkan dia.”

Giliran Taeyeon yang bingung. Dua pemuda itu, aneh nggak sih? Ia segera mengambil kopernya dan menuju asrama. Hari mengajar aktif baru akan dimulai besok. Ia membuka pintu kamar bernomor 77 dan segera melempar dirinya ke salah satu ranjang dari dua ranjang yang tersedia.
“Ackh!”Taeyeon mengernyit. Sejak kapan ranjang bisa mengerang sakit?
Ia bangun dan melihat sosok pemuda yang sepertinya tadi pernah ia lihat.
“Kau?”
“Kau.. Kim Jaejoong? Jadi kau teman sekamarku?”
“K-Kim Junsu?”
Taeyeon mendadak panik. Kenapa sih harus sekamar dengan pemuda macam dia?

Hanya dengan berbalut handuk (bukan bathrobe), Jessica keluar dari kamar mandi. “Aku sudah selesai Tae, kau bisa memakai kamar mandinya sekarang.”
Taeyeon (Jaejoong) menghentikan aktivitas membacanya dan bergegas. “Ah, iy-“ tapi tiba-tiba saja tubuhnya kaku. Dia disuguhi pemandangan seorang gadis cantik yang baru mandi dengan rambut basahnya tergerai meski sesekali terusap handuk. Gulp.
Oh tidak! Jangan sekarang! Little Jaejoong tidak boleh bangun sekarang. Ia bisa ketahuan kalau adik kecilnya itu tiba-tiba menyembul. “Uhm.. aku mandi dulu, mungkin agak lama.” BRAK!
Jessica menatap heran. Tapi tidak begitu peduli. Menurutnya Taeyeon itu lucu. Definisi lucu menurut Jessica : Taeyeon itu cantik tapi terlalu tinggi, bahkan jauh lebih tinggi darinya, dan tubuhnya juga lebih besar. Bukan gemuk, lebih seperti cewek berotot(?).
Dan penderitaan Jaejoong tidak berhenti sampai disitu. Entah rejeki atau apa, ternyata Jessica suka tidur dengan hanya mengenakan pakaian dalam dan membungkus dirinya dengan selimut begitu saja. Sumpah! Kalau ini kamar hotel, Jaejoong tidak akan ragu lagi untuk….. uhm..
Jaejoong harus menghalau keras pemikiran liarnya atau ia takkan bisa tidur semalaman karena menahan hasrat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s